“Ti Nasi ka Tani: Lahirna Taniki Farm Ti Lemah Pasundan”

Sejarah Pendirian Taniki Farm

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh 

Sampurasun...

Salam Hormat Tanikers sadayana! 🌾

Wilujeng sumping di carita perjalanan Taniki Farm. Ieu mangrupikeun kisah ngeunaan niat anu dirawat, usaha anu diuji ku waktos, sareng harepan anu terus hirup tina lemah Pasundan pikeun mangsa hareup.

Taniki Farm lahir dari sebuah perjalanan panjang, penuh makna, nilai, dan cinta terhadap kehidupan yang sehat serta alam yang lestari. Jauh sebelum dikenal sebagai Taniki Farm seperti sekarang, embrio dari gerakan ini bermula dari sebuah usaha sederhana bernama Nasi Taniki.

Awal Mula: Nasi Taniki (2014)

Nasi Taniki didirikan pada 23 Februari 2014 di Kampung Babakan Petir, Dusun Krajan RT 003 / RW 001, Desa Pasirkaliki, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang oleh Bapak Dr. H. Rohmat Sarman, S.E., M.Si. dengan mengusung tagline “Healthy Food and Care.”

Pada masanya, Nasi Taniki hadir sebagai solusi sederhana bagi masyarakat yang tidak ingin ribet soal makan, tetapi tetap peduli pada kesehatan dan kualitas asupan pangan. Konsepnya jelas: makanan praktis, terjangkau, namun tetap memperhatikan nilai gizi, kebersihan, dan kepedulian terhadap tubuh. Di tengah gaya hidup yang semakin cepat, Nasi Taniki menjadi jawaban bagi mereka yang ingin hidup lebih sehat tanpa harus repot.

Pasang Surut dan Masa Vakum

Seiring berjalannya waktu, Nasi Taniki mengalami berbagai dinamika. Dari tahun ke tahun, usaha ini tumbuh, lalu menghadapi tantangan. Hingga akhirnya memasuki tahun 2020, pandemi Covid-19 menjadi titik balik yang besar. Aktivitas usaha perlahan melambat, lalu memasuki masa vakum.

Namun, seperti tanah yang beristirahat sebelum kembali ditanami, semangat Taniki tidak pernah benar-benar padam.

Transformasi Menjadi Taniki Farm (2025)

Pada 18 Mei 2025, dengan izin dan restu penuh dari Bapak Dr. H. Rohmat Sarman, S.E., M.Si., Kang Nolly Hummam Wijaya, S.P., M.P. menginisiasi lahirnya wajah baru Taniki dengan nama Taniki Farm. Nasi Taniki direcycle, tidak sekadar dihidupkan kembali, tetapi ditransformasikan menjadi gerakan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Taniki Farm mengusung tagline “Ngamumule Bumi, Mapag Ka Hareup.”

Makna dari tagline ini adalah:

  • Ngamumule Bumi: merawat, menjaga, dan menghormati bumi sebagai sumber kehidupan, dengan pertanian yang beretika, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
  • Mapag Ka Hareup: menyongsong masa depan dengan kearifan lokal, inovasi, dan semangat generasi baru tanpa meninggalkan akar budaya.

Tagline ini mencerminkan filosofi Taniki Farm: bergerak maju tanpa melupakan asal-usul.

Makna Taniki Farm

Secara filosofis, Taniki berasal dari istilah “Tani Kiwari”, yang bermakna bertani masa kini, namun dengan ruh bertani jaman dulu: selaras dengan alam, menghargai proses, dan menjunjung nilai gotong royong. Taniki Farm adalah jembatan antara tradisi dan inovasi.

Fokus dan Wilayah Garapan

Taniki Farm berfokus pada:

  • Pertanian, yang berpusat di Desa Pasirkaliki, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang.
  • Peternakan, yang dikembangkan di Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang.
  • Pemasaran hasil pertanian dan peternakan, sebagai upaya memperpendek rantai distribusi dan meningkatkan nilai tambah bagi petani dan peternak.

Sebagai bagian dari sistem pemasaran, serta untuk membangun keterlibatan komunitas yang lebih luas bersama para Tanikers (sebutan bagi audiens dan sahabat Taniki Farm), didirikan Taniki Store, yang beralamat di Dusun Burandul RT 04 / RW 07, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Taniki Store menjadi etalase hasil bumi Taniki Farm sekaligus penghubung langsung antara produsen dan konsumen.

Penutup

Taniki Farm bukan sekadar usaha. Ia adalah gerakan, warisan nilai, dan ikhtiar budaya. Dari sepiring Nasi Taniki hingga hamparan sawah dan kandang ternak, Taniki Farm terus melangkah dengan keyakinan bahwa masa depan pertanian Indonesia dapat dibangun dengan kearifan lokal Sunda, ilmu pengetahuan, dan cinta terhadap bumi.

Taniki Farm — Ngamumule Bumi, Mapag Ka Hareup.

Hatur nuhun parantos maca sareng janten bagian tina perjalanan ieu. Tanikers, hayu urang sami-sami ngaléngkah, silihrojong, sareng silihjaga. Ti  lemah urang, ku urang, keur masa depan nu leuwih hade.

Hatur Nuhun Tanikers

Wallahulmuwafieq Illa aqwamitharieq 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh 

Sampurasun...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Kabupaten Karawang: Ti Lemah Sunda ka Mangsa Kiwari”